Cari Entri lain

Selasa, 25 November 2014

NABI KHIDIR



Di jaman saya remaja, Nabi Khidir pernah datang ke Indonesia, sebanyak tiga kali, membimbing dua orang Menteri untuk tetap bersabar oleh pelesetan namanya dan seorang lagi Seniman.
            Nabi Khidir untuk pertama kali mendampngi Menteri Pendidikan Nasional, Profesor DAWUD YUSUF yang dipelesetkan namanya menjadi DAVID YOSEV. Sebab menteri itu mengharapkan pelajaran AGAMA, untuk tidak diajarkan disekolah, tetapi DIAJARJADIKKAN di rumah masing-masing secara intensif oleh keluarganya. Apalagi pandangan orang tua murid dan walinya, banyak berbeda dengan guru Agamanya di sekolah.
            Maka DAWUD YUSUF, berganti namanya menjadi DAWUD YUSUF.
            Harapan kedua dari Menteri Pendidikan Nasional DAVID YUSUF, agar penerimaan MAHASISWI yang jelas perempuan itu di Perguruan Tinggi Negeri, untuk tidak memakai jilbab atau Kerudung, sebab bakal digunakan sebagai IDENTITAS pribadi seseorang, sehingga tidak sampai disalahgunakan oleh pihak ketiga.
            Karena harapan itu, kembali nama DAVID YUSUF diganti namanya secara lengkap sebagai DAVID YOSEV, Profesor Atheis dari Zion.
            Menteri kedua yang didampingi Nabi Khidir, adalah Menteri Agama Profesor Mukti Ali. Karena Menteri Agama itu, memutuskan suatu Surat Penetapan untuk Jabatan Kepala Kantor Urusan Agama tingkat Kecamatan (Kuaket).di jabat oleh seorang SARJANA. Sekalipun belum berpengalaman, tetapi punya wawasan, disbanding Kepala Kepala terdahulu yang banyak pengalaman, tetapi sangat minim dengan wawasan.
Menteri Agama Profesor MULTI ALI, ditusuk dari satu arah, tetapi masih bisa mengelak. Namun ketika MUKTI ALI, Menteri Agama itu punya pola pikiran dengan suatu harapanm agar calon Jamaah Haji INDONESIA yang akan melaksanakan rukun Islam yang kelima, pergi ke Mekkah di Negara ARAB yang masih Saudi. Diharuskan untuk melengkapo dua SERTIFIKAT NAsional dan Regional, yaitu punya Sertifikat P4 dan sertifikat Manasik dari daerahnya. Sebab mereka merupakan Duta Bangsanya.
Maka MUKTI ALI yang Menteri Agama itu, memperoleh tusukan dari dua arah. Dari dua lembaga Keberagaman yang kursial. MUKTI ALI cepat cepat mengahadap PRESIDEN untuk mengundurkan diri, sebelum Namanya dipelesetkan dan dpertegas menjadi MUKTI ALI MUKTAZILAH.
Pelesetan Nama bukan menjadi masalah utama, selama NABI KHDIR berada disampingnya. Modal Sabar dan Moral Kesabaran merupakan senjata yang paling ampuh untuk bertahan, ketika difitnah dan diberikan nama Wayan dan Pecalang Peceleng, tetapi namanya masih berkibar kibar secara Nasional, dikenal dimana mana.
Om Swasu Astu
HASNAN SINGODIMAYAN

Pengarang “Suluk Mu’tazilah”

Sabtu, 01 November 2014

SITUS DAN KASUS, RITUS SALAH URUS

TIGA orang Penganut Agama Samawi, pernah beraksi dengan sikap aroansi, tentang cara mereka melaksanakan Kebaktian Amal Saleh dalam Situs dan Ritus KEBERAGAMANNYA. Orang Nasrani, berkata dengan narasi santai dengan membuat garis lurus, sepanjang ratusan meter seperti merentang lapangan Vatican.
Mereka yang mau berdarma, harus berdiri diatas garis itu, sambil menggenggam Dinar Emas senilai ribuan dilemparkan ke atas. Jika dnar itu terjatuh ke kanan. Dinar itu milik Gereja. Tetapi jika Dinar itu terjatuh ke kiri garis, maka dinar itu menjadi milik pribadi untuk beli mobil.
Ketika melemparkan ke atas, gerak ekspresi tangannya, mengarah ke kanan, seperti gaya cowboy melempar lasso. Maka sejumlah dinar emas yang terjatuh, banyak yang disebelah kiri. Disebelah kanan hanya bergulir beberapa keeping dinar yang menjadi milik Gereja.
Sejumlah penonton hanya member tanggapan sinis “Kerja seorang oknum yang Kapitalis”
Berganti giliran, seorang Muslim yang tampil kedepan dengan gaya orasis seperti kiyahi, menyalahkan oknum Nasrani “Menurut perkembangan ilmu pengetahuan. Garis lurus itu tidak pernah ada. Sebab secara fitrah yang ada Cuma garis lengkung atau garis lingkar.”
Maka dibuatlah garis lingkar, semacam syariat Agama Islam memutari situs Ka’bah. Jika dinar emas yang digenggam terjatuh dalam lingkaran, adalah Jariyahnya untuk kegiatan Keberagamaan. Tetapi jika terjatuh diluar lingkaran, adalah milik pribadi untuk cari istri lagi.
Lingkaran itu dibuat seluas kakinya berdiri, bukan seluas lapangan masjid, apalagi seluas padang Arafah. Ketika dirham emas itu dilemparkan ke atas, tak sekepingpun dinar itu yang bergulir dilingkar kakinya, berarti tidak ada dirham yang bisa diamalkan dan dijariyahkan. Cukup besuk saja, sisa dinar yang sudah jadi kertas kumuh bergambar seekor monyet.
Sejumah penonton hanya memberikan tanggapan cibir “Kerja seoran Oknum yang borjuis”.
Berganti kemudian seorang Israil beragama Yahudi, melakukan gaya intimidasi, baik pada support Muslim maupun Kristiani sambil berkata “Kedua cara itu salam semua, tidak berdasar pada logika dan dialektika. Garis lurus dan garis lengkung, tidak pernah ada dalam kehidupan dunia”.
“Untuk berdarma pada Agama cukup kita lemparkan Dirham dinar emas itu ke atas. Jika terjatuh jauh ke angkasa, maka Dinar emas itu milik Yang Maha Kuasa, tetapi jiks terjatuh lagi kebumi, itu adalah milik kami bangsa Israil.”
Sejumlah penonton tak seorangpun yang member tanggapan, sebab sebagian penonton itu “ATHEIS”.

HASNAN SINGODIMAYAN

Pengarang “Suluk Mu’tazilah”

WARGA DAN NEGARA SABA’




Sekian banyak tafsir Al-Qur’an dan sekian banyak pakar ahli tafsir, tidak seorangppun yang “mau” dan yang “berani” memaknai secara jelas dengan kadar ilmu pengetahuan yang mumpuni tentang SABA’, sebagai suatu bangsa yang diperhitungkan Tuhan, kebesaran dan keberadaannya, selain bangsa Arab dan bahasanya serta bangsa Israil yang sering ingkar dan beberapa Negara dan kerajaan yang pernah tersintuh namanya di dalam Al-Qur’an seperti  Romawi dan Babilonia.
Al-Qur’an, sebaga kitab suci yang diperuntukkan bagi manusia sejagad, telah dijamin keabadiannya oleh Allah di Lauhil Mahrud, sejak basyar dan manusia diciptakan Tuhan. Dahulu, sekarang dan yang akan datang, bersifat sangat universal dan bukan hanya untuk bangsa Arab dan bangsa Yahudi.
Di jaman Rasulullah atau sebelumnya, yang namanya “timur tengah” belum pernah ada. Di jaman itu yang dikenal Cuma “Keyakinan baru yang ampuh dan keyakinan lama yang rapuh”. Keyakinan baru yang ampuh tu, sudah jelas ISLAM, bukan Arab. Sebab dilingkup bangsa Arab sendri, masih terdapat keyakinan lama yang rapuh. Jauh dibelakang bangsa Takruni dan Farsi.
Penafsiran yang berorientasi pada “Arab centris”. Keberanian dan kemampuan untuk memasuki wilayah ilahiyat yang universal dan memasuki wilayah ilmu pengetahuan dengan wawasan yang sangat luas, tidak pernah disintuh dengan benar oleh para penafsir itu, mereka selalu berkulai sekitar pentas Syam, Yaman dan Sinah.
Perhitungan waktu dan perhitungan jarak, ditafsirkan secara impirik, berdasar ilmu pengetahuan masa lalu yang berwarna kuning. Malah sering melakukan penyimpangan yang tidak relevan, memasuki wilayah Tuhan yang abstrak. Cerita akhrat, cerita sorga dan cerita neraka, melakukan cara berfikir jahiliyah yang picik dengan cerita pembohongan dan pembodohan. Kapan ummat diberi pencerahan dengan ilmu pengetahuan.
Secuwil pertanyaan tak pernah bisa dijawab “Apakah dijaman Nabi Nuh, bumi sudah berbentuk benua atau masih pangea? Apakah gunung Sinai merupakan pusat dari sekian benua yang bakal berserak? Sehingga melahirkan pertanyaan lain, tentang waktu dan tempat. “Bagaimana jarak waktu dan tempat di jaman purba itu?”. Jawabnya ada para Surah SABA’ ayat 18 dan ayat 19 “Kam tetapkan antara benua itu, jarak perjalanan dari tempat yang satu ketempat yang lain dengan aman”. Dibuktikan dengan perjalan Nabi Sulaiman ke SABA’. “Perjalanan peginya sama dengan sebulan dan perjalanan sorenya sama denan sebulan”. “artinya sama kecepatannya dengan angin putng beliung. (Perjalanan Isra’ Rasulullah, kecepatannya meebihi kecepatan sinar).
Dari situ timbul pula pertanyaan lain “Dimana keberadaan bangsa SABA’ ?” sebab arti sebenarnya SABA’ menurut kaidah sastra Arab yang sangat komplek itu dengan nilai kebahasaannya yang klasik, maka SABA’ bisa berarti “diguyur dan dikepung air”. Dimana Negara di dunia ini, komonitas yang diguyur air dan dikepung air.
Maka jawabnya Cuma satu, yaitu NUSWANTARA INDONESIA, sesudah tenggelamnya bongkalan benua Atlantik keselatan, sehingga yang tersisa merupakan jamrud kepulauan yang sangat indah, sebuah diantaranya tergambar seperti orang yang melakukan sesembahan dan dipusatnya berdiri sebuah situs berupa bangunan yang disebut AT-THUR. tetapi masih sangat rawan dengan letusan gunung berapi, gempa bumi dan luapan samudra yang dinamakan Stunami.

Subhanallah

HASNAN SINGODIMAYAN

Pengarang “Suluk Mu’tazilah”

Minggu, 28 September 2014

DAULAT ISLAMIYAH



Hasnan Singodimayan

SEJARAH perkembangan Islam sejak jaman Rasulullah dan sampai sekarang, tidak pernah ada yang namanya “Daulat Islamiyah”. Negara Kota yang dibangun Rasulullah, dinamakan “Madinatul Munawarah”, artinya Negara yang sangat cemerlang. Demikian juga dengan kota Purba yang bernama Bakkah, disebutnya “Makkah Al-Mukaramah”, artinya Negara yang diselimuti Kemulyaan sepanjang masa. Siapapun Penguasanya.
Daulat Islamiyah itu Cuma imajinasi dan wacana sejumlah Fukaha’ dan Ulama, setelah mereka mendengar, membaca dan melihat terkuburnya “Daulat Ummaiyah” selama kuasa 90 tahun yang berpusat di Suriah (661-750) dan “Daulat Abbasiyah” yang berkuasa selama 500 tahun di Bagdad (750-1258). Sebab KEDUA DAULAT itu sangat berbeda dengan “Daulat keempat Khaliratur Rasyidin” selama 29 tahun (632-661).
Khalifah Abu Bakar Sidik berkuasa selama dua tahun, Khalifah Umar bin Khatab berkuasa selama sepuluh tahun, Khalifah Usman bin Affan berkuasa selama sebelas tahun dan Khalifah Ali bin Abu Thalib berkuasa selama enam tahun. Kedaulatan mereka sangat dekat dengan “Musyawarah”. Sekalipun demikian mereka masih juga mati terbunuh, kecuali Khalifah Abu Bakar Sisik.
Sesudah masa Khalifatur Rasyidin itu, kemudian muncul Daulat Ummaiyah yang berpola piker “RAJA ITU KHALIFAH” yang kedaularannya berada di ujung pedang (661-750). Kemudia Daulat Abbasiyah yang berpola piker hamper sama, yaitu “KHALIFAH ITU RAJA” yang kedaulatannya berada di Laborat dan Perpustakaan (750-1258).
Selanjutnya Daulat Ummaiyah dihancurkan oleh kebodohannya sendiri dan rebut harta dan harem. Daulat Abbasiyah dihancurkan oleh Holugu dari Mongol dengan mnghancurkan Laborat dan Perpustakaan serta membakar semangat Ashobiyah yang nasionalis sempit dikalangan bangsa Arab dan suku suku lain yang Badawin dan nomad. (1259). Daulat Abbasiyah yang di Spanyol dikalangan oleh Ratu perempuan (1492) dab Daulat Fatimiyah yang di Mesir dan magribi digusur oleh Nopoleon (1789).
Jadi yang namanya “Daulat Islamiyah” tidak pernah ada dala perkembangan sejarah Islam. Sebab jika konotasinya sangat sempit, maka denotasinya menjadi “Darul Islam” dan jika diterjemahkan dalam bahasa Inggris, menjadi “Islamic State”. Diterjemahkan dalam bahsa Indonesia menjadi “Negara Islam”.
Kemudian jika di abad sekarang ini, ada Negara atau Nation, yang menyatakan negaranya dengan nama “Republik Islam”, tujuannya cyma formalitas, jika Negara itu sejumlah warganya mayoritas Muslim. Lebih dari itu tidak. Sebab ketika meperoleh tandingan oleh sebuah Negara yang warganya mayoritas Muslim juga dengan menamkan Negaranya “Republik Rakyar Sosialis”. Dunia melakukan konpirasi bersama sama selama tiga puluh tahun, untuk mengahancurkan Negara itu. Termasuk Negara Negara yang mayoritas warganya sama sama Muslim.
Karena “Daulat Islamiyah” itu, cuma merupakan imajinasi dan wacana dari sejumlah Fukaha’ dan Ulama Salaf, maka perkembangan selanjutnya selalu menyentuh rasa pulitik yang menyimpang jauh dari idelisme Islam yang sebenarnya. Maka lahir kemudian istilaj “Darul Islam” dan “Republik Islam” atau dalam pengertian sempit “Negara Islam” bukan “Masyarakat Islam”.
Kemudian untuk bisa kembali pada idelisme itu, maka republik Indonesia yang mayoritas warganya Muslim itu, bisa mnunjukkan kepada dunia, bahwa Negara Indonesia adalah “Republik Pancasila” yang bhineka tunggal eka. (jika disalin dalam bahasa Arab “Jumhurriyah al-Mutawahidah). Tidak perlu dengan nama Daular Islamiyah, Republik Islam atau Negara Islam dengan memperlakukan syariat syariatnya yang “telah” dilakukan penganutnya yang TAQWA, tanpa harus dengan legalisasi Negara atau institusi.

Banyuwangi, 11 September 2014
Hasnan Singodimayan
Pengarang “Suluk Mu’tazilah”

ZAITUNA@UFUKPRESS.COM



Kepada :                  SAINS QUR’AN CENTER
                                WWWZAITUNA.UFUKPRESS.COM
                                E-MAIL : ZAITUNA@UFUKPRESS.COM

Assalamualaikum Wr. Wb.
                Setelah membaca dan mendalami buku “BOROBUDUR & PENINGGALAN NABI SULAIMAN”, buah kerja dan penelitian KH. Fahmi Basya, selama 33 tahun. Maka yang terbaca di depan mata Saya, adalah tafsir dan takwil Kitab Suci Al-Qur’an, Surt At-Thur:
                Dengan Nama Allah yang Pengasih lagi Penyayang
1.       Demi gunung gunung purba
2.       Dan tulisan yng dipahatkan
3.       Pada tempat yang terbuka disebuah lembah
4.       Dengan bangunan yang sangat megah
5.       Dipagari gunung gunung yang tinggi
6.       Dikelilingi laut yang bergunung api
7.       Sesungguhnya adzab Tuhan pasti terjadi
8.       Tidak satupun kekuatan yang bias menolak
9.       Ketika angin bergolak diatas langit
10.   Ketika gunung gunung tampak berjalan
11.   Suatu fenomena alam telah terjadi. Ketika sebuah BENUA yang pernah didustakan telah ditenggelmkan Tuhan (Atlantika).
Dan seterusnya sampai pada Ayat terakhir yang menjadi TUGAS DAN KEWAJIBAN Tiem SAINS QUR’AN CENTER bersama KH. Fahmi dan UFUKPRESS, untuk menguraikan dan mentakwilkan Surat At-Thur itu lebih tuntas. Apalagi pada ayat 32 sampai dengan ayat 43, tercantum beberapa teguran berupa kata AAMM yang diarahkan pada Gender, pada perempuan, Dewi dan Nyai.
Semoga cara kerja dan cara berpikir Komunitas ZAITUNA-UFUK, bisa mengikuti SUNNATULLAH DAN SUNNATURASUL, yaitu semacam HUKUM EVOLUSI DA HUKUM REVOLUSI, agar kebesaran Allah yang ALLAHU AKBAR, tidak diperkecil dengan panangan dan wawasan sempit, hanya seputar Timur Tengah hanya pada Ras Kabil dan Cuma ribuan tahun.
Informasi dan komunikasi lebih lanjut, dapat dilakukan pada situs saya : E-mail, singodimayanhasnan@gmail.com atau pada hasnansingodimayan.blogspot.com dan pada FB. Alamat rumah di jalan Kapten Ilyas 3c Banyuwangi, Jawa Timur. HP 081553338272.
Demikian dan terimakasih.

Banyuwangi, 27 September 2014
Hasnan Singodimayan
Pengarang “Suluk Mu’tazilah”

Jumat, 12 September 2014

FENOMENA ANGKASA LUAR DI BULAN


Hasnan Singodimayan

            KONTROVENRSI “NASA” tentang pendaratan Neil Amstrong dipelataran bulan dengan Apollo 11, 20 Jul 1969, merupakan pembohongan dan pembodohan publik. Maka penjelasannya terdapat pada kitab Suci Al-Qur’an, surat Ar-Rahman, ayat 4 “Alamahul bayyan” (dengan lmu pengetahuan yang sangat cemerlang), seperti yang terurai ta’wilnya secara utuh dibawah ini :
AR-RAHMAN (Kasih sayang Tuhan)
Dengan nama Allah yang Pengasih dan Penyayang
1      Sebagian dari kasih sayang Tuhan
2     Adalah dengan member ilmu pengetahuan lewat kitab suci Al-Qur’an
3    Yang menciptakan manusia
4    Dengan ilmu pengetahuan yang sangat cemerlang
5    Dimana peredaran matahari dan bulan, telah dijadikan dasar perhitungan
6    Sehingga Flora dan Fauna dapat dibudidayakan
7    Demi angkasa dan segala isinya yang tak terbatas, telah diciptakan

8    Tuhan dengan keseimbangan atau gravitasi
9   Oleh karena itu, jadikanlah keseimbangan itu sebagai pedoman hidup dan jangan sekali kali bertindak diluar keseimbangan gravitasi.
10.  Demi bumi yang dihamparkan, adalah untuk lahan budidaya.
11 Dihamparannya terdapat buah buahan dan biji bijian yang dapat di budidayakan dengan  perbanyakan.
12.  Agar benih, bibit, batang batangan dan dedaunan serta spora yang diterbangkan angin, dapat melakukan pengembang biakan.
13.  Maka nikmat Tuhan yang mana yang bakal engkau dustakan?
14.  Telah diciptakan manusia dalam proses yang berasal dari organ tanah
15.  Dan diciptakan pula enersi dari butiran quantum dan butiran butiran electron

16.  Maka nikmat Tuhan yang mana yang bakal engkau dustakan?
17.  Kekuasaan Tuhan tu berada di Timur dan di Barat
18.  Maka nikmat Tuhan yang mana yang bakal engkau dustakan
19.  Diciptakannya dua samudera besar. Yang keduanya tak pernah bisa ketemu dan menyatu.
20.  Sebab antara kedua samudera itu, ada sebuah pengea yang bakal jadi beberapa benua yang pada mulanya belum diketahui manusiia (prosesnya di masa Nabi Nuh).
21.  Maka nikmat Tuhan yang mana yang bakal engkau dustakan?
22.  Didalam kedua samudera itu terdapat segala macam biota yang dapat dimakan dan benda berharga berupa mineral yang berkarbon.
23.  Maka nikmat Tuhan yang mana yang bakal engkau dustakan?
24.  Diatas permukaan samudera, bisa dijadikan sebagai alat perhubungan berupa bahtera yang berlayar diatasnya.
25.  Maka nikmat Tuhan yang mana yang bakal engkau dustakan?
26.  Sesungguhnya segala yang diciptakan Tuhan itu bakal musnah
27.  Kecuali kekuasaan Tuhan yang punya kekuatan dan kebesaran.
28.  Maka nikmat Tuhan yan mana yang bakal engkau dustakan?
29.  Ketergantungan segala mahluk, baik yang diangkasa maupun yang berada di bumi, setiap saat dipastikan ada didalam urusannya.
30.  Maka nikmat Tuhan yang mana yang bajak engkau dustakan?
31.  Dan urusan tu akan kami selesaikan, antara manusia dan kemampuan enersinya.
32.  Maka nikmat Tuhan yang mana yang bakal engkau dustakan?
33.  Hai segala enersi dan manusia yang mengendalikan. Jika kalian ingin menjelajahi angkasa luar terlepas dari gravitasi bumi. Maka usahakanlah untuk melepasnya, tetapi tak sesuatupun yang mampu menembusnya, kecuali bersenjatakan ilmu pengetahuan yang cemerlang.
34.  Maka nikmat Tuhan yang manakah yang bakal engkau dustakan?
35.  Sebab diatasnya akan dilempar kepadamu, lingkaran api meteor yang mengorbit merah dan kalian sangat sulit untuk menyelamatkan diri dari lontaran sabuk api itu (menurut teori Van Allen)
36.  Maka nikmat Tuhan yang mana yang bakal engkau dustakan?
37.  Apabila sebagian kecil angkasa luar itu telah engkau taklukkan dengan kemampuan yang engkau kendalikan berupa enersi Quantum dan atom.
38.  Maka nikmat Tuhan yang mana yang bakal engkau dustakan?
39.  Maka pada saat itu, tak ada suatu pertanyaan tentang keraguan mereka dahulu, baik oleh manusia itu sendiri maupun oleh enersinya.
40.  Maka nikmat Tuhan yang manakah yang bakal engaku dustakan?
41.  Bakal diketahuinya oleh mereka yang pada mulanya ingkar dan angkuh. Maka pengetahuan mereka seperti diujungkir balikkan
42.  Maka nikmat Tuhan yang manakah yang bakal engkau dustakan?
43.  Sesungguhnya fenomena yang sedimikian itu, merupakan hukuman bagi mereka yang pernah melakukan pembohongan atau yang pernah melakukan pembodohan.
44.  Sesungguhnya yang berbohong dan yang membodohi, bakal memperoleh dua hukuman yang cukup pedih. Di dunia dan diakhirat nantinya.
45.  Maka nikmat Tuhan yang mana yang bakal engkau dustakan?
46.  Tetapi bagi mereka yang masih Taqwa. Percaya pada ke-Esaan Tuhan dan kuasanya, maka perjalanan ke angkasa luar itu, merupakan dua sisi kemenangan dan kesenangan. Dunia dan akhirat.
47.  Maka nikmat Tuhan yang mana yang bakal engkau dustakan?
48.  Sebab antara kedua alam angkasa itu. Sama sama tumbuh buah buahan.
49.  Maka nikmat Tuhan yang mana yang bakal engkau dustakan?
50.  Keadaan dua alam angkasa itu. Sama sama bersumber air.
51.  Maka nikmat Tuhan yang mana yang bakal engkau dustakan?
52.  Antara kedua angkasa itupun. Segala kehidupan berpasang pasangan.
53.  Maka nikmat Tuhan yang manakah yang bakal engkau dustakan?
54.  Dalam kehidupan di alam angkasa itu. Sebelumnya tak terbayangkan oleh gambaran manusia bumi yang telah menguasai enersi quantum itu, tentang bentuk dan keadaannya.
55.  Maka nikmat Tuhan yang manakah yang bakal engkau dustakan?
56.  Dalam kehidupan di alam angkasa itu. Sebelumnya tak terbayangkan oleh gambaran manusia bumi yang telah menguasai enersi quantum itu, tentang bentuk dan keadaannya.
57.  Maka nikmat Tuhan yang mana yang bakal engkau dustakan?
58.  Seakan akan mereka itu wujud berlian yang sempurna dan yang gemerlapan. (Bukan semacam Alien yang digambarkan oleh merka yang tidak membaca Al-Qur’an).
59.  Maka nikmat Tuhan yang manakah yang bakal engkau dustakan?
60.  Tidak ada usaha budidaya yang tidak dibalas dengan kebaikan.
61.  Maka nikmat Tuhan yang manakah yang bakal engkau dustakan?
62.  Sesungguhnya dari kehidupan didual alam angkasa itu, masih banyak angkasa lain yang belum terjangkau oleh akal pikiran dan ilmu pengetahuan manusia.
63.  Maka nikmat Tuhan yang mana yang bakal engkau dustakan?
64.  Semuanya mengandung kehidupan yang serba hijau
65.  Maka nikmat Tuhan yang mana yang bakal engkau dustakan?
66.  Keduanya bermancuran air kehidupan
67.  Maka nikmat Tuhan yang manakah yang bakal engkau dustakan?
68.  Kedua duanya tumbuh pepohonan dengan segala macam buah buahan
69.  Maka nikmat Tuhan yang manakah yang bakal engkau dustakan?
70.  Didalamnya mengandung segala kesuburan dan kesejahteraan
71.  Maka nikmat Tuhan yang mana yang bakal engkau dustakan?
72.  Merekapun punya kendali kekuasaan dan kemah perlindungan
73.  Maka nikmat Tuhan yang manakah yang bakal engkau dustakan?
74.  Kedua potensi itu belum tersentuh oleh tangan dan pikiran manusia yang masih kotor dan bodoh
75.  Maka nikmat Tuhan yang manakah yang bakal engkau dustakan?
76.  Keadaan mereka benar-benar dalam kehidupan yang sejahtera, sebab berlimpah dengan ilmu pengetahuan yang cemerlang.
77.  Maka nikmat Tuhan yang manakah yang bakal engkau dustakan?
78.  Maha Agunglah nama Tuhanmu yang menguasai segala kebesaran dan kemulyaan.

SEMOGA Surat Ar-Rahman yang utuh ini, merupakan kejelasan yang berkadar ilmu pengetahuan Tuhan tentang Angkasa luar dan semoga Surat Ar-Rahman ini dijadikan BACAAN oleh Neil AMstrong yang sudah menyatakan dirinya sebagai Muslim dan Mukmin. Sebab menurut janji Allah di surat Ar-Rahman itu, hanya orang yang taqwa yang mampu menembusnya. Semoga tidak ada lagi bentuk pembohongan dan pembodohan oleh para cendikiawan dan kuyaha’, sebab Kitab Suci AL-Qur’an mengandung banyak kajian ilmu pengetahuan dan sejarah yang belum dita’wilkan.

Hasnan Singodimayan
Pengarang "Suluk Mu'tazilah"